Marriage Life 6 (Unicorn "Fantasi Yang Mustahil")
Apa yang membuat seseorang cocok berpasangan? Latar belakang ekonomi yang sama? Cara pandang terhadap politik yang serupa? Sama-sama punya daya tarik? atau pola asuh yang mirip? misal: sama-sama dari "keluarga besar yang berbahagia." Artinya, Persepsi yang kita butuhkan "untuk punya keluarga besar yang berbahagia" tak melulu harus pernah melihat atau membuktikannya.
Apakah yang miskin, kecanduan wanita, berlatar cara pandang arogan, manipulatif dan pemakai narkoba dapat mendapatkan pasangan yang sebaliknya? Kira-kira orang seperti apa yang mau bersama dengan entitas tersebut?
Apakah berkencan adalah suatu kalkulasi? Bagaimana dengan cinta? Seperti apa rasanya berelasi dengan seseorang yang under qualified? Pernah ada yang bilang, "rasanya seperti menjadi orangtua". Akui saja. Lelahkan? 😂
Apakah berkencan adalah suatu kalkulasi? Bagaimana dengan cinta? Seperti apa rasanya berelasi dengan seseorang yang under qualified? Pernah ada yang bilang, "rasanya seperti menjadi orangtua". Akui saja. Lelahkan? 😂
Bisakah kita membenci pasangan yang berkualifikasi rendah? Atau justru dengan memiliki pasangan yang demikian, kamu perlahan membenci dirimu sendiri? "Aku ingin membuatmu bahagia" dan "ya! itu cukup membuatku merasa berbahagia". Dari sanalah biasanya datang kebencian; dari kemiskinan, penderitaan, pesakitan, dan ketidakmampuan.
Pernah kah kamu melihat itu dari orangtua mu? Sebab umumnya anak-anak meniru cara orangtuanya berbahagia dan bertengkar.
Pernah kah kamu melihat itu dari orangtua mu? Sebab umumnya anak-anak meniru cara orangtuanya berbahagia dan bertengkar.
Sekarang gantian, kapan kamu mulai menyukai pasangan mu? Apakah saat mereka membayar tagihan mu? Dengan cepat. Tanpa ragu. Tanpa takut. Banyak diluar sana yang berhasil mendapatkan unicorn "fantasi yang mustahil" atau pasangan idaman yang sempurna orang menyebutnya. Meski peluangnya kecil mereka saling bersabar dan menemukan.... Dan dapat!
Mereka yang memiliki kecerdasan, pendapatan yang ideal, pendidikan ideal, gaya hidup yang ideal, tinggi ideal, rupawan, tubuh bagus dan menawan, dilahirkan, dibesarkan dan masih mewariskan kekayaan. Sempurna untuk setiap kategori. Paket komplit tanpa diskon. Misal sekarang kamu sudah bersama pasangan yang plusnya lebih banyak dari plus mu, berarti selera nilai mu sama dengannya.
Menurut mu, apakah orang-orang dengan ciri tersebut masih butuh "mahar" sebagai kompensasi kategori dari pasangannya? Jika tidak, bagaimana perhitungan "ketulusan" itu berlangsung? Siapa dan dimana marketnya? Apakah paket mahar komplit tersebut kamu butuhkan? Meski kamu berada di leverage yang sama.
Bapak ku pernah berpesan, "kelak kalau kamu mau berpasangan dan menikah, terimalah laki-laki yang memahami bagaimana dunia bekerja biar tidak miskin! Dia yang akan selalu kamu hormati dengan begitu dia akan selalu hati-hati, yang kamu percayai, yang membuat mu merasa aman dan nyaman, dan harus pandai sepertimu. Jangan bersama seseorang hanya karena aset material, karena memungkinkan kamu salah menghitung nominalnya. Selain itu, nilai aset material murah dan tak bertahan lama". Apa jangan-jangan Bapak ku jelmaan Ronald Dworkin~
Menurut mu, apakah orang-orang dengan ciri tersebut masih butuh "mahar" sebagai kompensasi kategori dari pasangannya? Jika tidak, bagaimana perhitungan "ketulusan" itu berlangsung? Siapa dan dimana marketnya? Apakah paket mahar komplit tersebut kamu butuhkan? Meski kamu berada di leverage yang sama.
Bapak ku pernah berpesan, "kelak kalau kamu mau berpasangan dan menikah, terimalah laki-laki yang memahami bagaimana dunia bekerja biar tidak miskin! Dia yang akan selalu kamu hormati dengan begitu dia akan selalu hati-hati, yang kamu percayai, yang membuat mu merasa aman dan nyaman, dan harus pandai sepertimu. Jangan bersama seseorang hanya karena aset material, karena memungkinkan kamu salah menghitung nominalnya. Selain itu, nilai aset material murah dan tak bertahan lama". Apa jangan-jangan Bapak ku jelmaan Ronald Dworkin~
Appa tenang, aku selalu menjadi ratu di kerajaan ku sendiri! Tidak menikahi raja di kerajaan orang lain hanya untuk menjadi ratu. Akan kujaga kerajaan kami biar tetap jaya di dunia sampai akhirat.
And yaaa... Bersama Akmal, aku mewujudkan aset tak berwujud ku!. Tidak menurun nilainya malahan semakin ku pertajam. Lagian sebelum menikahinya pun aku sudah melengkapi diriku dan cukup untuk kami berdua. Semoga menerus menjadi rekan berkasih sayang, mengamalkan cinta yang realistis juga bersetia. Jika boleh ku definisikan, bersama Akmal itu seperti bersama bapak ku. Aman, nyaman, berharga, bebas, kalau sudah mencintai seseorang tak ada lagi kalkulasi. Cinta yang rasional and persona yang potensial.
Cinta Akmal di usia muda yang penuh romansa, beralih bentuk menjadi cinta yang rasional berupa tanggung jawab dalam perkawinan. Tiada cinta yang bisa diikat tanpa perkawinan: dalam ikatan saja masih bisa bubar apalagi relasi tanpa kesepakatan se-iya - se-kata di hadapan Tuhan dan negara.
So, apa sebenarnya yang membuat dua manusia cocok satu sama lain? Apakah sesuai thesis awal: persamaan ekonomi, agama, selera, politik? atau ada hal lain seperti aku dan suamiku.
Yogyakarta, 16 Februari 2026




